Tingkatkan Kualitas Hubungan Keluarga di Masa Pandemi

Siska Permata Sari
Memasak dengan Locknock 8in1 Knife Set (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Meningkatnya angka penderita gangguan mental di masa pandemi antara lain terkonfirmasi melalui hasil penelitian Centre of Applied Psychometrics Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian pada Juli 2020 atau 5 bulan setelah pandemi tersebut melibatkan 994 responden di seluruh Indonesia. 

Salah satu yang diukur adalah dampak psikologis masyarakat akibat pandemi. Hasilnya, 74,9% responden mengalami stres, 21,5% gangguan kecemasan, dan 3,5% depresi.  

Setelah hampir dua tahun ini, masalah kesehatan mental bukan tidak mungkin menjadi lebih buruk. Misalnya, orang yang tadinya hanya stres, kini berubah cemas, dan yang awalnya cemas meningkat menjadi depresi.

Psikolog dan Akademisi dari Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi  mengatakan, kecemasan luar biasa yang berujung pada stres itu dapat berdampak terhadap keluarga.

“Semasa pandemi, memang banyak orang yang mengalami kecemasan yang luar biasa hingga menimbulkan stres yang turut berdampak pada keluarga. Menghilangkan stres atau kecemasan ini dapat dilakukan dengan menciptakan banyak kegiatan yang menyenangkan,” kata Dr. Rose pada Sindo News, Rabu (2/9/2021).

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

ESDM Targetkan Pembagian 500.000 Rice Cooker Gratis Rampung Bulan Ini

57 tahun lalu

Waspada Polusi Dalam Rumah Bersumber dari Alat Masak, Dampaknya Ganggu Kesehatan 

57 tahun lalu

Pemerintah Mulai Bagikan Rice Cooker Gratis di 26 Provinsi, Tahap Awal 53.161 Rumah Tangga

57 tahun lalu

Praktis! Begini Cara Menggunakan Slow Cooker untuk Memasak Makanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal