JAKARTA, iNews.id – Industri kosmetik nasional menunjukkan tren pertumbuhan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 4 Desember 2025 mencatat pendapatan pasar kosmetik Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp35,6 triliun dengan proyeksi pertumbuhan rata-rata 4,73 persen per tahun.
Segmen personal care, skincare, dan makeup menjadi kontributor utama seiring meningkatnya kebutuhan perawatan diri serta kesadaran konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk. Pertumbuhan pasar tersebut mendorong pelaku industri memperkuat aspek transparansi dan akuntabilitas.
Tingginya tingkat konsumsi membuat keterbukaan informasi mengenai proses produksi, pengujian, hingga distribusi menjadi faktor penting dalam membangun kredibilitas merek. Konsumen kini semakin kritis dalam menilai keamanan, legalitas, dan standar mutu produk yang digunakan.
Melihat perkembangan tersebut, Pinkflash mengambil langkah dengan memulai produksi lokal di Indonesia. Produksi dilakukan bekerja sama dengan PT Aesthetic & Health Beauty di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Fasilitas ini telah berdiri sejak 2006 dan memproduksi berbagai produk kosmetik serta perawatan kulit untuk sejumlah merek global.
Produksi lokal Pinkflash dimulai secara bertahap sejak 31 Januari 2026 dengan fokus awal pada kategori palette eyeshadow. Tahap berikutnya akan memperluas pelokalan ke kategori produk lain. Seluruh proses manufaktur menekankan keterbukaan, pengujian kualitas berlapis, serta publikasi hasil uji dari BPOM dan laboratorium independen pihak ketiga.