Beberapa barang bahkan memperlihatkan sentuhan kerajinan tangan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Thailand. Bagi pencinta suvenir, pasar seperti ini menawarkan pengalaman tersendiri karena pengunjung bisa menemukan benda-benda kecil yang memiliki karakter lokal.
Berjalan di antara kios-kios tersebut juga memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana tradisi dan kreativitas masyarakat setempat hadir dalam berbagai produk sehari-hari.
Mengunjungi tiga kuil di Chiang Rai memberikan pengalaman yang jauh lebih luas daripada sekadar menikmati keindahan bangunan. Wat Rong Khun memperlihatkan bagaimana seni kontemporer dapat berpadu dengan ajaran Buddha. Wat Huay Pla Kang menghadirkan kemegahan patung Kwan Im yang sarat makna welas asih. Sementara Wat Rong Suea Ten memperlihatkan kekayaan seni keagamaan melalui permainan warna biru dan emas.
Di setiap perhentian, penjelasan Pikul Dee membantu penulis memahami cerita yang mungkin tidak langsung terlihat dari bangunan atau ornamen yang dipajang.
Ada satu hal yang terasa menarik dari perjalanan ini. Meski ketiga kuil sama-sama menjadi tempat ibadah umat Buddha, masing-masing memiliki karakter arsitektur, sejarah, dan ekspresi seni yang berbeda. Perbedaan tersebut justru memperlihatkan betapa kayanya warisan budaya Chiang Rai.