The Blue Temple memiliki sejarah yang menarik. Nama Wat Rong Suea Ten berasal dari nama kawasan yang dahulu dikenal sebagai Ban Rong Suea Ten atau desa harimau yang menari. Konon, wilayah tersebut pernah dikenal dengan keberadaan harimau yang melompat-lompat di sekitar aliran sungai.
Kuil ini kemudian dibangun atas inisiatif masyarakat setempat yang membutuhkan tempat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Pembangunannya dirancang oleh seniman lokal Chiang Rai bernama Phuttha Kabkaew, yang juga dikenal sebagai Salan K dan merupakan murid Chalermchai Kositpipat, seniman di balik The White Temple.
Dengan demikian, meski memiliki karakter visual yang berbeda, kedua kuil ikonik ini memiliki keterkaitan melalui dunia seni Chiang Rai.
Salah satu daya tarik lain di dalam The Blue Temple adalah patung Buddha putih yang dikenal sebagai Phra Phuttha Chinnarat Tri Loke Na Thai. Patung tersebut menjadi pusat perhatian ruang utama dan dikelilingi karya seni yang menggambarkan kehidupan Buddha.
Di bagian dinding, lukisan-lukisan berwarna cerah memperlihatkan kisah dan ajaran Buddha. Detailnya begitu kaya sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan warna, tetapi juga dapat melihat bagaimana seni digunakan untuk menyampaikan pesan spiritual.