Asyik Wisata di Bukittinggi Menjelajahi Kawasan Jam Gadang yang Paling Ikonik

Ratu Syra Quirinno
Keseruan wisata di Jam Gadang Bukittinggi (Foto: Kemenparekraf)

1. Sejarah

Jam Gadang mulai dibangun pada 1926-1927 atas inisiatif Hendrik Roelof Rookmaaker, sekretaris kota atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Jamnya merupakan hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto dari Koto Gadang, sementara pelaksana pembangunan adalah Haji Moran dengan mandornya St. Gigi Ameh. Menurut sumber, Jam Gadang selesai dibangun pada 1932.

2. Jam Operasional

Objek wisata ini buka setiap hari selama 24 jam. Pengunjung dapat menikmati pesonanya setiap waktu dengan jam kunjungan paling ramai pada sore dan malam hari. Jika ingin mendapatkan suasana yang lebih sepi pengunjung dapat datang pada pagi hari.

3. Kuliner

Wisatawan dapat memilih kuliner jajanan kaki lima mau pun rumah makan. Menu kaki lima yang tak boleh terlewatkan adalah Bubur Kampiun, Teh Talua dan Lamang Tapai. Sajian ini kerap kali ditemui juga di banyak rumah makan.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Destinasi
2 hari lalu

Menpar Ajak Masyarakat Kunjungi Istano Basa Pagaruyung, Warisan Minangkabau yang Indah!

Destinasi
4 hari lalu

Taiwan Never Sleeps! Tren Wisata 24 Jam yang Lagi Diburu Wisatawan Indonesia

Destinasi
4 hari lalu

Viral Video Wisatawan Menumpuk di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Incar Spot Snorkeling!

Megapolitan
5 hari lalu

Wisata Malam Ragunan Ramai Peminat, Pengelola Tambah Wahana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal