Muay Thai juga memiliki teknik tendangan khas. Salah satunya adalah teep, tendangan dorong menggunakan kaki untuk menjaga jarak atau menahan pergerakan lawan. Ada pula roundhouse kick, yaitu tendangan melingkar yang memanfaatkan putaran pinggul dan tubuh.
Selain pukulan dan tendangan, seni bela diri ini dikenal dengan penggunaan lutut dan siku. Teknik lutut disebut khao, sedangkan teknik siku dikenal sebagai sok. Keduanya merupakan bagian dari karakter Muay Thai yang membedakannya dari sejumlah cabang bela diri lain.
Dalam sesi latihan pemula, teknik-teknik tersebut diperkenalkan secara bertahap sesuai kemampuan peserta. Tidak semua gerakan harus dikuasai dalam sekali pertemuan. Justru, ketepatan posisi, keseimbangan, dan kemampuan mengikuti instruksi menjadi bagian penting dari proses belajar.
Di sinilah kesabaran Kru Chai terasa berarti. Bimbingan yang diberikan memungkinkan peserta mencoba gerakan sesuai kemampuan masing-masing. Bagi penulis, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa mempelajari seni bela diri tidak selalu harus dimulai dengan kemampuan fisik yang prima. Kemauan untuk belajar dan keberanian mencoba menjadi modal awal yang tidak kalah penting.
Latihan berlangsung kurang lebih satu jam. Selama sesi tersebut, tubuh diajak terus bergerak, menyesuaikan posisi, menjaga keseimbangan, dan mengoordinasikan beberapa bagian tubuh sekaligus.