Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Juta Orang Indonesia Terindikasi Gangguan Mental, Ini Masalah Terbanyak!
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Paksa Selalu Bahagia, Afirmasi Positif yang Tidak Realistis Justru Bisa Picu Stres!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:15:00 WIB
Jangan Paksa Selalu Bahagia, Afirmasi Positif yang Tidak Realistis Justru Bisa Picu Stres!
Ilustrasi bahagia akibat afirmasi positif. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Berpikir positif memang bisa membantu seseorang membangun kepercayaan diri. Namun, bukan berarti seseorang harus selalu memaksakan diri untuk bahagia atau menganggap semua hal dalam hidupnya berjalan baik. 

Sebab, afirmasi positif yang terlalu jauh dari kenyataan justru berisiko menimbulkan tekanan psikologis. Kenapa bisa begitu?

Kebiasaan mengucapkan kalimat positif kepada diri sendiri atau positive self-talk memang bisa menjadi salah satu cara membangun pola pikir yang lebih sehat. Namun, ada batasan yang perlu diperhatikan agar afirmasi tersebut tidak berubah menjadi beban bagi diri sendiri.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa pengulangan pemikiran dapat memengaruhi cara otak memproses dan mempercayai suatu informasi. Fenomena ini dikenal sebagai illusory truth effect atau efek ilusi kebenaran.

Dalam utas di akun Threads miliknya, dr. Adam mengungkapkan bahwa pemikiran yang terus diulang, termasuk dialog batin, bisa terasa semakin familiar bagi otak hingga dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut