"Gandrung Sewu adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Perubahan konsep pertunjukan menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan akar budaya yang diwariskan. Kami ingin masyarakat dapat menikmati pengalaman yang berbeda, tetapi tetap merasakan jiwa dan karakter Tari Gandrung yang sesungguhnya," ujar Suko dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Kehadiran 1.300 penari menjadi daya tarik utama Gandrung Sewu 2026. Ribuan penari tersebut akan menghadirkan pertunjukan kolosal yang sekaligus memperlihatkan peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi.
Salah satu penari Gandrung Sewu 2026, Puspa Ayu, mengaku tidak sabar untuk merasakan pengalaman tampil dengan konsep malam hari. Baginya, perubahan tersebut memberikan suasana berbeda sekaligus tantangan baru bagi para penari.
"Saya senang dan tidak sabar untuk tampil di Gandrung Sewu tahun ini. Konsep malam hari tentu menjadi pengalaman yang berbeda bagi kami. Ada semangat tersendiri untuk membawakan Tari Gandrung dengan suasana dan visual yang baru, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas betapa indahnya budaya Banyuwangi. Semoga penampilan kami bisa membuat penonton semakin bangga dan tertarik mengenal budaya Banyuwangi lebih dekat," kata Puspa.
Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam pelestarian kesenian daerah. Melalui pertunjukan berskala besar, mereka tidak hanya belajar menari, tetapi juga ikut menjaga warisan budaya agar tetap dikenal di tengah perubahan zaman.