Sementara itu, Direktur Komersial InJourney Airports, Very Y Setiady, menilai atraksi wisata dapat menjadi salah satu alasan bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan ke suatu daerah. Karena itu, pengembangan event budaya perlu berjalan beriringan dengan konektivitas dan kesiapan destinasi.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pengembangan Gandrung Sewu diharapkan turut membuka peluang bagi sektor transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif.
Pada akhirnya, Gandrung Sewu 2026 bukan hanya menawarkan pertunjukan dengan konsep visual berbeda. Perhelatan ini juga menjadi ruang bagi para seniman dan generasi muda untuk menunjukkan bahwa tradisi dapat tetap hidup, menarik, dan relevan tanpa kehilangan jati dirinya.
Bagi pencinta seni dan budaya, Gandrung Sewu 2026 layak masuk agenda kunjungan pada Oktober ini. Catat tanggalnya, 24 Oktober 2026, saat 1.300 penari bersiap membawa Tari Gandrung ke panggung malam Banyuwangi dengan perpaduan tradisi dan teknologi cahaya.