Perpaduan seni tradisi dengan teknologi pertunjukan pun memperlihatkan bahwa kesenian daerah dapat terus berkembang. Modernisasi tidak harus menghilangkan nilai tradisional, selama pengembangannya tetap memperhatikan karakter dan pakem yang diwariskan.
Selain menjadi panggung seni, Gandrung Sewu juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan pariwisata Banyuwangi. Kehadiran wisatawan untuk menyaksikan pertunjukan berpotensi mendorong mereka menjelajahi destinasi lain, mencicipi kuliner khas, hingga membeli produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Direktur SDM dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Herdy Harman, mengatakan pengembangan pariwisata perlu melibatkan berbagai unsur yang saling terhubung, mulai dari atraksi budaya, akses perjalanan, akomodasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Herdy, keberhasilan pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari lama waktu wisatawan tinggal dan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat setempat.
"Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah," ujar Herdy.