Hormati Karyawan Muslim, Negara di Eropa dan Amerika Ini Kurangi Jam Kerja Selama Ramadan

Mei Sada Sirait
Sejumlah negara di Eropa dan Amerika menunjukkan dukungan terhadap karyawan Muslim dengan memberikan fleksibilitas kerja selama Ramadan. (Foto: AI/Ilustrasi)

Prancis Lakukan Penyesuaian Terbatas

Berbeda dengan negara lain, Prancis menerapkan prinsip sekularisme yang ketat sehingga Ramadan tidak diakui sebagai hari libur nasional. Namun demikian, beberapa perusahaan tetap memberikan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa.

Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa dukungan terhadap karyawan Muslim tetap bisa dilakukan melalui pendekatan perusahaan. Fleksibilitas kerja selama Ramadan dinilai membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan pelaksanaan ibadah di tengah masyarakat multikultural.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Internasional
28 hari lalu

Hemat Energi, Bangladesh Pangkas Jam Kerja hingga Batasi Dekorasi Pernikahan

Makro
31 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Nasional
1 bulan lalu

Menlu 8 Negara Kecam Keras Israel: Halangi Ibadah di Masjid Al Aqsa hingga Gereja Suci Yerusalem

Seleb
1 bulan lalu

Mengharukan! Harry Kiss Ungkap Vidi Aldiano Lahir dan Meninggal Dunia di Bulan Ramadhan

Nasional
1 bulan lalu

Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Didorong Geliat Ramadan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal