JAKARTA, iNews.id - Resepsi pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian atau Kanjeng Dimas di Pura Mangkunegaran tidak hanya menjadi perayaan penyatuan dua insan. Malam bahagia tersebut juga menghadirkan kesenian klasik yang menyimpan sejarah panjang sekaligus pesan mendalam tentang perjalanan cinta.
Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian adalah Langendriyan dengan lakon Damarwulan Jumeneng Nata. Kesenian khas Mangkunegaran ini dipilih secara khusus untuk menggambarkan nilai perjuangan, keteguhan, dan pengorbanan dalam mendapatkan cinta sejati.
Pengageng Kawedanan Langen Praja Pura Mangkunegaran, Nyi Ng. Retno Wulan Sulanjari, menjelaskan bahwa kisah Damarwulan memiliki kedekatan dengan perjalanan Gusti Sura dan Kanjeng Dimas.
"Lebih kepada penggambaran bahwa untuk mendapatkan cinta sejati diperlukan pengorbanan. Cerita itu kami angkat karena memiliki kedekatan dengan perjalanan kedua mempelai," ujar Retno Wulan dalam keterangan resminya yang diterima iNews.id, Minggu (8/11/2026).
Dalam lakon tersebut, Damarwulan digambarkan harus melewati perjalanan panjang dan berbagai ujian sebelum akhirnya dipersatukan dengan Ratu Ayu Kencanawungu.