Makna Mendalam di Balik Langendriyan pada Resepsi Pernikahan Gusti Sura-Kanjeng Dimas

Langendriyan di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. (Foto: Istimewa)

Pesan inilah yang kemudian dihadirkan dalam resepsi pernikahan Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. Terlebih, kedua mempelai memiliki perjalanan cinta yang tidak singkat.

Mereka pertama kali bertemu pada 2015. Setelah sempat terpisah selama bertahun-tahun dan menjalani kehidupan masing-masing, keduanya kembali dipertemukan pada awal 2025 hingga akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan.

Namun, Langendriyan bukan sekadar kesenian yang dipilih karena cerita di dalamnya. Pertunjukan ini juga merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki sejarah panjang di lingkungan Pura Mangkunegaran.

Mengutip laman resmi Mangkunegaran, Langendriyan berasal dari kata langen yang berarti hiburan dan driya yang berarti hati. Secara harfiah, Langendriyan dapat dimaknai sebagai hiburan hati atau tarian hati.

Langendriyan di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas. (Foto: Istimewa)

Bentuk keseniannya berupa drama tari yang memadukan gerak, tembang, dan iringan gamelan. Keunikan utamanya terletak pada dialog para tokoh yang tidak disampaikan melalui percakapan biasa, melainkan dinyanyikan menggunakan tembang macapat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
9 tahun lalu

HUT ke-48 TK Bhayangkara, Para Siswa Gelar Seni Budaya

8 tahun lalu

2.500 Seniman Akan Meriahkan Bandung International Art Festival 2018

8 tahun lalu

Kenalkan Budaya, 200 Penenun Meriahkan Festival Budaya Tua Buton di Sultra

6 tahun lalu

Tak Sinkron, Pemkab Majalengka Izinkan Kegiatan Seni Budaya dan Objek Wisata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal