Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, JCWF menjadi salah satu upaya memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya.
"Kami menyambut baik kontribusi festival ini dalam memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya, atau cultural wellness," kata Widiyanti dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (30/10/2026).
Menurut Widiyanti, wisata kebugaran juga semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah situasi dunia yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Melalui wellness tourism, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang membantu menghadirkan ketenangan sekaligus menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
"Jadi, event seperti ini sangat dibutuhkan di tengah situasi sekarang yang sangat kompetitif dan geopolitik yang sedang bergejolak sehingga membuat suasana tense di mana-mana. Jadi kita membutuhkan ketenangan, wellness mind, body, and spirit untuk kembali menemukan harmoni," ujarnya.
Tren wisata kebugaran tersebut juga terlihat dari besarnya pergerakan ekonomi di sektor ini. Berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai USD893,9 miliar pada 2024. Angka tersebut meningkat 13,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.