Sementara itu, kawasan Asia Pasifik mencatatkan 562,7 juta perjalanan wellness tourism dengan total pengeluaran mencapai 215 miliar dolar AS.
Widiyanti menyebut data terbaru untuk 2025 belum dirilis ketika konferensi pers berlangsung. Global Wellness Institute dijadwalkan mengeluarkan pembaruan data tersebut pada akhir November 2026.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Jamu, rempah-rempah, dan berbagai bentuk perawatan tradisional memiliki karakter tersendiri yang dapat menjadi pembeda Indonesia di pasar wisata kebugaran internasional.
Kementerian Pariwisata pun telah memasukkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas.
Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu Bendara menjelaskan, JCWF 2026 akan menghadirkan berbagai pengalaman wellness yang dapat dinikmati masyarakat. Festival ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal praktik kebugaran, tetapi juga mempertemukan komunitas dengan pelaku industri.