Beragam aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal pengalaman kebugaran dari berbagai sisi. Mulai dari yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, hingga kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan mental dan makanan herbal.
Widiyanti juga mengapresiasi konsep keberlanjutan yang dihadirkan dalam festival tersebut. Menurutnya, wellness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga perlu memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Jadi kami senang sekali juga tadi mendengar mengenai kegiatan keberlanjutan selama acara JCWF ini. Event ini bukan hanya untuk wellness individual saja, tetapi juga untuk wellness alam kita. Jadi saya sangat mengapresiasi rangkaian kegiatan yang tadi Ibu telah sampaikan mencakup yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, serta pentahelix forum untuk memperkuat kerja sama antar pelaku industri,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu Bendara mengatakan, JCWF 2026 menargetkan 1.500 kunjungan. Target tersebut sengaja dibuat lebih terukur agar pengunjung bisa menikmati setiap aktivitas dengan nyaman.
Pasalnya, sejumlah kegiatan wellness membutuhkan suasana yang tenang dan ruang terbatas. Aktivitas seperti meditasi, misalnya, akan lebih optimal jika tidak terganggu oleh keramaian maupun lalu lalang pengunjung.