Menuju Banjarmasin, Jalur Terpadat Trans Kalimantan

Rizal Yusacc
Tim Jejak Roda BMW Motor Cycle Club Jakarta di depan rumah adat Dayak di Palangkaraya, sebelum menuju Banjarmasin. (Foto: BMW MC Jakarta).

GPS yang kami set menuntun kami ke tepian sungai, melewati bundaran monumen Raja Bunu, mengarah ke pelabuhan feri. Setiba di kafe terapung, urusan makan minum jadi nomor dua. Kami berfoto di tepi sungai, menyaksikan boat-boat kecil yang masih menjadi sarana transportasi warga, serta menikmati semilir angin Kapuas. Apalagi saat beberapa teman memutuskan menyanyi karaoke di dalam resoran, mood saya saat itu sontak hilang bernyanyi dan memilih melihat-lihat seputar Taman Kartini, tak jauh dari sebuah Rumah Betang, rumah panggung khas Dayak.


Dilanjutkan dengan meneguk es kelapa muda dan berbincang dengan warga soal kota Kuala Kapuas, kisah tentang bagaimana sulitnya warga saat belum ada Jembatan Petak dan Jembatan PulauTelo, saat mereka hanya mengandalkan angkutan sungai dan waktu tempuh yang berjam-jam. Jembatan PulauTelo yang kami lalui memang baru saja diperbaiki setelah rusak.

Puas beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin dan berencana melihat jembatan yang terkenal yaitu Jembatan Barito. Perjalanan keluar dari Kuala Kapuas menujuke Banjarmasin, terbilang padat. Dalam terik matahari, debu, dan truk yang lalu lalang. Kabupaten Kapuas merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian paling ujung dari Provinsi Kalimantan Tengah, yang berbatasan langsung dengan Kabpaten Barito Kuala di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kuala Kapuas sangat strategis, seakan menjadi penghubung antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kota ini menjadi semacam kota satelit justru bukan bagi Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah, melainkan bagi ibu kota provinsi sebelahnya, Banjarmasin. Ya, karena jarak dari Kuala Kapuas ke Banjarmasin lebih dekat dibandingkan Kuala Kapuas-Palangkaraya.


Selepas Jembatan Barito, jalanan masuk ke kota Banjarmasin kian padat, khas kota besar di Indonesia. Kami langsungmenuju ke rumah makan dan berencana menikmati soto banjar sebelum masuk hotel. Meski yang kami cari adalah Soto Amat di bawah jembatan dan tepi Sungai Martapura, kawan di depan sudah terlebih dahulu masuk ke warung soto Bawah Jembatan.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Makro
4 tahun lalu

Resmikan Proyek Infrastruktur yang Dibiayai SBSN, Sri Mulyani: Anda Turut Membangun Indonesia 

Bisnis
8 tahun lalu

Dilintasi Awal 2019, Progres Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 65 Persen

Destinasi
8 tahun lalu

Geliat Ekonomi Pertambangan dan Batu Perhiasan di Kalimantan Selatan

Destinasi
8 tahun lalu

Menyusuri Trans Kalimantan, Antara Rimba Raya dan Adat Budaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal