Menuju Banjarmasin, Jalur Terpadat Trans Kalimantan

Rizal Yusacc
Tim Jejak Roda BMW Motor Cycle Club Jakarta di depan rumah adat Dayak di Palangkaraya, sebelum menuju Banjarmasin. (Foto: BMW MC Jakarta).

Padahal, yang terkenal adalah soto banjar Amat. Tapi karena perut sudah keroncongan, beberapa kawan bahkan sudah melepas jaket, akhirnya soto Bawah Jembatan jadi santapan kami siang itu, lengkap dengan sate dan teh hangat. Santap siang itu dilakukan sambil berunding mengenai agenda di Banjarmasin karena kami tak punya banyak waktu untuk mengeksplorasi kota ini dan harus memanfaatkan waktu luang.


Sore itu kami beriringan masuk ke Hotel Tree Park untuk beristirahat. Baru setelah salat isya, petualangan kuliner kami lanjutkan dengan menuju ke lontong orari, salah satu tempat makan unik dengan porsi lontong kuah dan ikan atau ayam yang rasanya lezat.

Malam itu kami manjakan perut menyantap hidangan sambil lesehan. Hati-hati bila memesan, karena 1 porsi berisi 2 lontong besar dengan ikan atau ayam plus telur. Jadi pilihan yang cukup adalah setengah lontong dan setengah ayam plus telur, sudah cukup mengenyangkan. Kurang? Pesan lagi saja. (bersambung)

*Penulis

Rizal Yusacc
BMWMC Jakarta

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Makro
4 tahun lalu

Resmikan Proyek Infrastruktur yang Dibiayai SBSN, Sri Mulyani: Anda Turut Membangun Indonesia 

Bisnis
8 tahun lalu

Dilintasi Awal 2019, Progres Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 65 Persen

Destinasi
8 tahun lalu

Geliat Ekonomi Pertambangan dan Batu Perhiasan di Kalimantan Selatan

Destinasi
8 tahun lalu

Menyusuri Trans Kalimantan, Antara Rimba Raya dan Adat Budaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal