Ternyata Ini Candi Terakhir Peninggalan Majapahit di Pulau Jawa, Relief Bercerita Seksualitas

Andaru Danurdana
Mengenal Candi terakhir peninggalan umat Hindu di Pulau Jawa (Foto: Instagram@Candi_Sukuh)

Wisatawan bisa mendatangi candi ini untuk melihat-lihat dan belajar sejarah dari jam 7 pagi hingga 5 sore, dan cukup membayar tiket masuk seharga Rp7.000 per orang. Perlu diperhatikan, sebelum memasuki kawasan candi, wisatawan diharuskan memakai kain poleng untuk menghormati sejarah daerah tersebut.

Begitu masuk, para wisatawan akan melihat bangunan candi yang tersusun dari batuan andesit untuk mencegah tumbuhnya jamur. Di dalam candi terdapat beberapa relief yang menceritakan kepercayaan masyarakat sekitar di zaman Majapahit, salah satunya relief Garudeya. Relief ini menggambarkan seekor ular yang dimakan garuda, melambangkan kejahatan yang dikalahkan kebaikan.

Selain itu, ada banyak relief yang menunjukkan sisi seksual masyarakat zaman Majapahit. Beberapa di antaranya adalah relief kamasutra yang digunakan untuk mengetes keperawanan pemuda-pemudi dan relief berbentuk rahim menurut pandangan Jawa kuno yang menunjukkan proses bercinta dan konsepsi manusia berdasarkan kepercayaan masyarakat pada zaman itu.

Bukan bermaksud porno, relief ini diukir di candi sebagai pedoman untuk pasangan muda yang baru menikah karena, pada zaman Majapahit, seks dianggap ritual sakral yang tak berbeda dengan ibadah.

Keunikan candi ini terletak dibentuk bangunan dan relief yang dianggap menyerupai patung-patung dan lukisan dari Amerika Selatan milik Suku Aztec. Piramida berundak yang menjadi fokus utama candi ini dan patung-patung Garuda yang bergaya mirip patung Aztec sering memicu perdebatan di antara ahli sejarah dan pegiat teori konspirasi.

Sayangnya, candi ini dikotori vandalisme tangan-tangan jahil orang tak bertanggung jawab. Tapi, meskipun sudah banyak bagian candi yang hilang, entah ditelan waktu atau dicuri pihak tak bertanggungjawab, kawasan candi masih menyisakan tanah luas dan tembok-tembok batu yang menunjukkan kemegahan candi ini pada masa jayanya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
2 hari lalu

Bukan Cuma Pantai, Tanjung Lesung Bakal Punya Wisata Skydiving

5 hari lalu

Mengintip Destinasi Wisata di Kawasan Ubud Bali dari Budaya, Cagar Alam hingga Habitat Kera

7 hari lalu

Bangkit Pascakebakaran, Bantuan PNM Bersama BRINS Nyalakan Harapan Warga Sade

7 hari lalu

Unik! Bhutan Punya Festival Mandi Berkah, Namanya Bathing Carnival

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal