Meski saat ini badai Jebi menuju utara Jepang. Wisatawan diminta untuk mengenal lebih dalam mengenai karakteristik cuaca di Jepang. Jepang dikenal memiliki cuaca ekstrem. Pada Juli 2018 lalu, lebih dari 200 orang meninggal karena gelombang panas yang mencapai suhu lebih dari 40C.
"Jepang juga berada di zona gempa besar, Anda harus membiasakan diri dengan prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi atau tsunami. Anda juga harus mencatat instruksi di kamar hotel, di stasiun kereta api, dan situs web prefektur setempat Anda,” kata panduan FCO.
“Informasi tentang gempa bumi dan dampak apa pun terhadap kota-kota di Jepang, termasuk peringatan tsunami, diterbitkan oleh Badan Meteorologi Jepang. Ada banyak aplikasi ponsel pintar yang tersedia menginformasikan tentang bagaimana agar aman dalam menghadapi bencana alam di Jepang,” kata FCO.
Selain itu, ada juga beberapa gunung berapi aktif di Jepang. Pada April 2018 lalu, Gunung Io di Pulau Kyushu meletus untuk pertama kalinya dalam 250 tahun.
Jepang juga rentan terhadap siklon tropis atau topan, yang dikategorikan memiliki angin lebih dari 70 mph. Musim angin topan berlangsung dari Juni hingga Desember, dengan badai paling umum antara Juli dan September. FCO menambahkan, Jepang selatan paling berisiko.
“Topan yang melanda Jepang sering disertai dengan kerusakan. Orang-orang yang tinggal di daerah pesisir sangat berisiko. Tanah longsor dan banjir bisa terjadi di mana saja. Bahaya meningkat ketika gempa terjadi tak lama setelah angin topan," kata FCO.
Terlepas dari risiko bencana alam, Jepang umumnya merupakan negara yang aman untuk dikunjungi. Lebih dari 300.000 orang Inggris mengunjungi Jepang pada 2017, dengan sebagian besar kunjungan tanpa ada masalah," katanya.