Kurangnya para lelaki paruh baya yang memenuhi syarat kini telah menyebabkan banyak wanita muda lajang di desa itu untuk mengajukan banding bagi pria yang tertarik, tetapi hanya mereka yang mau beradaptasi untuk hidup di dunia wanita.
Namun, kota ini memiliki peringatan tersendiri. Peringatannya adalah pria harus menjalani hidup mereka sesuai dengan aturan wanita.
Beberapa wanita Noiva de Cordeiro diketahui sudah menikah dan memiliki keluarga, tetapi suami mereka dan setiap putra berusia di atas 18 tahun dipaksa bekerja jauh dari rumah dan hanya diizinkan kembali pada akhir pekan.
Ini berarti kekuatan perempuan berkuasa di komunitas pedesaan, dengan perempuan bertanggung jawab atas setiap aspek kehidupan, mulai dari pertanian hingga perencanaan kota dan bahkan agama. Para penduduk di sana mengatakan kota mereka jauh lebih baik untuk itu.
Kota kecil ini diketahui didirikan oleh Maria Senhorinha de Lima yang dikucilkan setelah dia melarikan diri dari pernikahan paksa. Dia juga dicap sebagai pezina pada saat yang sama.