Kencangnya angin membuat api dengan cepat merambat ke sejumlah area. Pengelola sempat menutup akses masuk dari Malang, sementara dua pintu masuk dari Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dan Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, masih dibuka.
Namun, seluruh pintu masuk akhirnya ditutup total pada Sabtu malam (12/9/2026) demi keselamatan wisatawan dan efektivitas proses pemadaman.
Kebakaran kali ini menjadi kejadian kedua setelah kebakaran besar melanda kawasan Gunung Bromo pada 3-18 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 1.126 hektare hutan dan lahan sehingga akses wisata Gunung Bromo sempat ditutup total.
Kegiatan wisata Gunung Bromo baru kembali dibuka pada 20 Agustus 2026. Pembukaan dilakukan setelah Satgas Pemadaman Api Bromo berkoordinasi dan memastikan api telah padam serta kawasan dinilai aman untuk kembali dikunjungi wisatawan.