Anang dan Ashanty Jualan Es Dawet di Acara Siraman Aurel, Ternyata Ini Maknanya

Novie Fauziah
Anang dan Ashanty dalam acara siraman Aurel (Foto: Instagram @aurelie.hermansyah)

Semar dan Gareng ketika disingkat menjadi kata "mareng", apabila artikan ke dalam bahasa Indonesia kata tersebut berarti musim panas atau kemarau. Menandakan, ketika musim panas datang dianjurkan untuk mengonsumsi es dawet ayu ini. 

Kemudian para penjual dawet ayu biasa menggunakan kayu dari pohon bunga Kanthil (Michelia alba) sebagai bahan untuk gerobak jualannya. Masyarakat Jawa memercayai, kayu pohon bunga Kanthil memiliki unsur magis untuk meningkatkan daya penglaris ketika berjualan. 

Begitu juga dengan pernikahan, hal ini berkaitan dengan kesakralan acara tersebut. Jualan es dawet memiliki makna tersendiri. Maknanya, agar kedua pasangan pengantin saling bergotong-royong mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Bukan benar-benar jualan yang identik pembeli membayar dengan uang. Pada prosesi pernikahan, tamu undangan membayar segelas es dawet dengan duit-duitan, yaitu kepingan yang terbuat dari tanah liat.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Tak Hanya Pizza, Chef Juna Sebut Keju Kini Jadi Andalan Kuliner Nusantara

14 hari lalu

Terungkap! Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Sedang Program Hamil Anak Ketiga

14 hari lalu

Aurel Hermansyah Hamil Anak Ketiga? Ini Faktanya! 

16 hari lalu

Ada Festival Bakso di GBK, dari yang Legendaris hingga Viral Kumpul Semua!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal