Kondisi tersebut kemudian membuat Roby berpikir untuk mengolah kopi dari kebunnya sendiri agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
"Kami biasanya kalau panen cuma jual cherry. Saya berpikir, bagaimana caranya kopi ini ada nilai tambahnya, ada story-nya," ujar Roby saat peluncuran Cing Cangkeling Rumah Koffie, belum lama ini.
Sejak sekitar 2020, Roby mulai mempelajari pengolahan kopi atau coffee processing secara mandiri. Salah satu eksperimen awal yang dilakukan adalah fermentasi anaerob menggunakan sekitar 10 kilogram kopi.
Dalam metode tersebut, kopi ditempatkan di dalam wadah dengan kondisi minim oksigen. Proses ini dilakukan untuk mengontrol fermentasi dan melihat bagaimana perlakuan setelah panen dapat memengaruhi karakter rasa kopi.
Eksperimen kemudian terus dikembangkan hingga 2023-2024. Berbagai metode dicoba, termasuk proses yang kemudian dikenal sebagai Red Anaerob dan Classic Natural.