HUT Jakarta, Kenalan dengan Dodol Betawi Legendaris, Ternyata Punya Filosofi Mendalam 

Novie Fauziah
Menikmati dodol Betawi (Foto: Instagram @putriphotowork)

Dodol dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia disebutkan dalam Kakawin Ramayana yang ditulis pada abad ke-9 pada era Kerajaan Medang, tepatnya pada Kakawin Ramayana bagian 17.112 yang berbunyi: "dwadwal anekawarṇa laketan tape panisi len" artinya dodol beraneka rupa, ketan, tapai, dan isian lainnya. 

Kemudian dalam Prasasti Gemekan 930 M sisi kanan baris 23 - 24 disebutkan "nanjapan, kurawu, kurima, asam, dwadwal, kapwa madulur malarih" yang artinya makanan ringan, seperti kurawu, kurima, asam, dodol, Semuanya diberi penerangan dan mendekat.

Nah, dalam proses pembuatan dodol Betawi dibutuhkan waktu lama dan kerjasama tim yang kuat. Untuk itu filosofi dodol bagi masyarakat Betawi adalah kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan. Maka tak heran, masyarakat Betawi menganggap pembuatan dodol dapat mempererat persaudaraan.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Bukan Cuma Burger, Intip Perkembangan Tren Kuliner Amerika di Indonesia

4 hari lalu

Kopi Nusantara Tak Lagi Sekadar Minuman, Kini Jadi Pengalaman Premium

11 hari lalu

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Angkat Kuliner Yogyakarta dan Solo ke Panggung Global

14 hari lalu

Inul Daratista Buka Restoran Korea, Pengunjung Bisa Makan Sambil Karaoke

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal