HUT Jakarta, Kenalan dengan Dodol Betawi Legendaris, Ternyata Punya Filosofi Mendalam 

Novie Fauziah
Menikmati dodol Betawi (Foto: Instagram @putriphotowork)

Dodol Betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Warga Jakarta atau wisatawan, bisa membeli dodol Betawi ini di sejumlah daerah. 

Terdapat juga beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang masih memproduksi dodol Betawi, terutama di komunitas-komunitas warga Betawi, seperti di Condet, Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi. Selain warga Betawi, dodol betawi juga dibuat oleh komunitas Tionghoa.

Asal usul dodol Betawi

Sementara itu, asal usul dodol Betawi memiliki filosofi yang cukup mendalam. Tidak hanya sekadar makanan atau oleh-oleh saja, tapi Anda harus simak sejarahnya.

Selain Betawi, daerah lain juga memiliki dodol yang menjadi ciri khasnya, misalnya dodol Garut, dodol Kandangan dari Kalimantan Selatan. Kemudian di Jawa Tengah dan Timur makanan ini disebut jenang. 

Jenang memang agak sedikit berbeda, biasanya, lebih lembek daripada dodol, lebih basah berminyak, dan umumnya dijual dalam bentuk lempengan atau plastikan. Jenang diiris sesuai permintaan pembeli. Dodol lebih kering (kesat), dipotong dengan ukuran 2 cm×1 cm×3 cm.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
8 hari lalu

Chef Gio MasterChef Indonesia Bongkar Rahasia Masak Full Meal Lebih Praktis, Pakai Alat Ini!

19 hari lalu

Penampilan Mollucan Soul Bikin Ribuan Warga Bergoyang, Larut di Kemeriahan HUT Jakarta

19 hari lalu

Warga Padati Bundaran HI Sambut HUT Jakarta, Penampilan Mahalini Paling Dinanti

21 hari lalu

Puncak HUT Jakarta Akhir Pekan Ini, Pemprov Siapkan Rekayasa Lalin dan 21 Kantong Parkir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal