Adapun intervensi yang dilakukan setelah persalinan adalah pemberian ASI eksklusif yang didahului dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan mengandung protein hewani, dan pemantauan tumbuh kembang balita.
"MPASI diberikan sejak anak berusia 6 bulan, sebab pemenuhan gizi dari ASI di usia bayi 6-9 bulan hanya 70 persen saja," kata dr Erna.
Dr Erna menambahkan, intervensi kedua dalam penanganan stunting adalah intervensi sensitif yang bersifat tidak langsung, tetapi berkontribusi sampai 70 persen. Program yang termasuk di antaranya penyediaan air bersih, lingkungan tempat tinggal yang bersih, penanggulangan kemiskinan, hingga pendidikan.
Dia menjelaskan, makanan Pendamping ASI yang Mengandung Protein Hewani
MPASI yang dianjurkan untuk tumbuh kembang balita adalah yang mengandung protein hewani, seperti susu, telur, ikan, ati ayam, atau pun produk susu lainnya.
"Protein hewani tiga jenis lebih bagus dari pada dua jenis. Misalnya, anak diberikan telur, ikan, dan ati ayam, lebih bagus dibanding telur dan ikan saja, atau telur dan susu saja," kata dr. Erna.