Mengurangi Makan Tidak Bisa Cegah Obesitas, Ternyata Harus Didukung dengan Ini

Vien Dimyati
Cara Mengatasi Obesitas (Foto: NDTV Food)

Dr Dicky menambahkan, obesitas telah menjadi epidemi global. Stigma obesitas juga memberikan tantangan tersendiri dalam penanganan obesitas. Stigma terhadap berat badan mencakup perilaku dan sikap negatif yang ditujukan terhadap seseorang terkait dengan bobot tubuhnya. 

"Stigma ini berbahaya dan kita harus memahami, obesitas merupakan suatu penyakit dan tidak dapat ditangani hanya dengan mengurangi asupan makanan dan lebih banyak beraktivitas fisik," ujarnya.

World Health Organization (WHO) mendefinisikan kelebihan berat badan dan obesitas sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan.

Praktisi kesehatan menggunakan BMI (body mass index atau indeks masa tubuh (IMT)) sebagai metode skrining, dan diagnosis klinis obesitas didasarkan pada kelebihan lemak tubuh abnormal yang mengganggu kesehatan.

Dr Dicky menambahkan, untuk orang Indonesia, BMI pada tingkatan 25 termasuk kategori berat badan berlebih, dan BMI lebih dari 27 dinyatakan sebagai obesitas. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Stop Makan Gorengan 40 Hari, Willie Salim Klaim Lemak Turun 5,8 Kg!

57 tahun lalu

Rahasia Ery Makmur Turun BB 30 Kg dalam 10 Bulan, Cek di Sini!

57 tahun lalu

Dokter Peringatkan Anak Ngorok saat Tidur, Tanda Gangguan Pernapasan Berbahaya

57 tahun lalu

Jam Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Usus dan Berat Badan, Kok Bisa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal