Menikmati Sensasi Pedas Kuliner Nasi Tempong dari Banyuwangi

Vien Dimyati
Mencicipi Nasi Tempong Banyuwangi (Foto : Kemenparekraf)

Dibuat Dadakan

"Kunci dari kesegaran sambal ini memang yang dibuat baru, saat pelanggan datang, sehingga rasanya akan selalu segar," ujar Towi, selaku pengelola rumah makan Sego Tempong Mbok Wah.

Adik dari Mbok Wah ini mengatakan, awalnya menu ini menjadi andalan masyarakat Banyuwangi untuk bekal mereka ke sawah.

Namun seiring waktu dengan rasanya yang khas dan semakin terbukanya Banyuwangi sebagai destinasi wisata, membuat masakan ini jadi banyak diburu wisatawan. Karena itu kemudian banyak disajikan menu-menu pendukung lainnya.

"Tapi kuncinya semuanya harus selalu segar, bahan-bahannya segar. Makanya kita harus selalu baru, kalau diinapkan rasanya sudah berubah. Kita sesuaikan dengan pengunjung yang datang," kata Towi.

Dalam satu hari, Towi mengatakan, warung yang dikelolanya ini bisa menghabiskan lima kilogram cabai rawit untuk sambal. Namun sejak pandemi Covid-19, jumlahnya tidak seperti biasa, karena jumlah pengunjung yang menurun drastis. Bahkan dia harus menutup usahanya dalam waktu yang cukup lama.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Angkat Kuliner Yogyakarta dan Solo ke Panggung Global

8 hari lalu

Inul Daratista Buka Restoran Korea, Pengunjung Bisa Makan Sambil Karaoke

17 hari lalu

Menjelajah Budaya Thailand di Jakarta Lewat Kuliner, dari Hidangan Autentik hingga Ritual Minum Teh

20 hari lalu

Tren Pakai Kompor Gas Kaca Makin Disukai Keluarga Modern, Alasannya Mengejutkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal