Fachrul selaku pendiri mengatakan, teh tarik merupakan salah satu primadona di kedainya. Terutama bagi pengunjung milenial.
"Kalau favorit anak milenial, saya lihat yang pasti adalah teh tariknya. Mereka datang ke sini terkesan dengan pembuatan teh tariknya. Kami menyediakan barista perempuan dari Aceh langsung dan dia membuatnya dengan sedikit gaya. Itu anak-anak milenial senang melihat, bahkan merekamnya. Mereka juga biasanya ke sini karena harganya murah dan makanan enak," kata Fachrul Razi saat ditemui iNews.id di lokasi usahanya, belum lama ini.
Dia berharap, dengan adanya kedai-kedai Aceh di Jakarta, dapat mempopulerkan masakan atau kuliner Aceh di Indonesia. "Semoga makanan Aceh tetap booming ke depannya sama seperti masakan Padang, Manado yang sudah populer lebih dulu. Jadi lewat ini, kita ingin meng-Acehkan Indonesia," ucapnya.
Untuk harganya sendiri, masakan Aceh seperti roti canai hingga kari kambing dibanderol dari harga Rp10 ribu-Rp36 ribu. Sementara itu untuk minumannya berkisar Rp5 ribu-Rp20 ribu-an.