JAKARTA, iNews.id - Masalah anemia pada remaja putri Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatatkan, Indonesia menempati peringkat ke-8 dari 11 negara di Asia dengan jumlah pengidap anemia terbanyak.
Mengacu pada catatan WHO, penderita anemia di Indonesia sekitar 7,5 juta orang. Angka yang tidak sedikit, dan ini menjadi catatan kita bersama untuk mengatasi masalah anemia.
Perlu diketahui, anemia yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan komplikasi fatal, terutama gangguan jantung, pembengkakan jantung, hingga gagal jantung akibat organ bekerja ekstra memompa oksigen rendah.
Bahaya lainnya adalah kelelahan kronis, penurunan produktivitas, gangguan kognitif, kehamilan prematur atau berat lahir rendah, stunting, hingga kematian.
Sebagai salah satu bentuk inovasi pengentasan masalah anemia, menu ayam angkak diklaim bisa menjadi solusinya. Angkak sendiri merupakan beras ragi merah hasil fermentasi beras putih dengan kapang Monascus purpureus, M. pilosus, atau M. anka.
Bahan ini diketahui mengandung zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang penting dalam pembentukan sel darah merah.
Salah satu penelitian pada 2020 menunjukkan, pemberian kapsul angkak pada 42 remaja putri kelas VIII di salah satu pondok pesantren di Klaten memberikan hasil signifikan. Dari 30 responden yang mengalami anemia, sebanyak 75 persen di antaranya menjadi normal setelah mengonsumsi kapsul angkak.