Potensi Pangan Lokal Labuan Bajo Dioptimalkan lewat Bedah Gerai Kuliner

Vien Dimyati
Mengenalkan potensi kuliner Labuan Bajo (Foto: Kemenparekraf)

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah asosiasi pelaku ekonomi kreatif seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Asosiasi Kelompok Usaha Unitas (Akunitas), Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). 

Dalam kesempatan tersebut, Yuke menuturkan program ini merupakan salah satu kegiatan prioritas nasional yang dilaksanakan di lima Destinasi Super Prioritas (DSP). “Untuk tahun ini, program inkubasi desain-desain termasuk kemasan dan gerai kuliner itu dilaksanakan di Labuan Bajo,” ujar Yuke. 

Yuke Berharap, dengan hadirnya program Bedah Gerai Kuliner ini, para pelaku subsektor kuliner dapat terbantu dalam bidang desain pengemasan dan tata ruang gerainya. “Sehingga tidak hanya produk kuliner saja yang unggulan, tapi desainnya eye catching yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta yang terpenting selalu menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability),” kata Yuke. 

Sementara, Direktur Industri Kreatif Fesyen, Desain, dan Kuliner Kemenparekraf/Baparekraf, Erwita Dianti menjelaskan, rangkaian kegiatan BEGERAK tersebut telah diselenggarakan sejak Agustus 2020. Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta yang merupakan pemilik gerai kuliner di Bali dan Labuan Bajo. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan tahap verifikasi termasuk audit teknis, survei lapangan, dan tahap desain ulang pada September dan Oktober 2020. 

“Kemudian, pembuatan prototipe gerobak dan proses revitalisasi serta konstruksi gerai pada akhir Oktober-awal Desember 2020 dengan memanfaatkan jasa para desainer komunikasi visual, interior, dan arsitek. Sehingga, program ini dapat mengedukasi para pelaku kuliner dalam hal branding dan desain gerainya,” kata Erwita Dianti.

Kemudian, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Augustinus Rinus menambahkan, masyarakat Manggarai Barat, terutama Labuan Bajo, harus ikut serta berperan aktif dalam menggali potensi pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menggerakkan roda perekonomian. “Mari kita bergerak, kita harus bisa, jangan sampai kita menjadi penonton di negeri kita sendiri,” kata Augustinus.

Acara ini juga diisi dengan pameran dari 11 gerai kuliner peserta program Bedah Gerai Kuliner, yaitu Sekang Pojok, Salad Monika, Coto Makassar/Gorengan Mama Henny, Thirteen Chicks, Sinaluna Coffee, Kebab Balala, Sate Suramadu, Putri Cendol, Kopi Mane, Indo Latifa, dan Warung Sernaru. Selain itu, acara ini juga diisi dengan sesi talk show antara Kemenparekraf/Baparekraf dan Disparbud Kabupaten Manggarai Barat dengan peserta acara.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Chef Gio MasterChef Indonesia Bongkar Rahasia Masak Full Meal Lebih Praktis, Pakai Alat Ini!

57 tahun lalu

MNC University dan Pemkab Kotabaru Kolaborasi Luncurkan Dashboard Data Kemiskinan dan Bahas Pariwisata

57 tahun lalu

AHY Pimpin Rakor Kebandarudaraan, Siapkan Transformasi Bandara Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

57 tahun lalu

Kemenpar Ungkap Vila dengan NIB Meningkat 76,4%, Sinyal Positif Pariwisata RI!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal