JAKARTA, iNews.id - Banyak orang mengira cara memasak telur hanya memengaruhi rasa dan tingkat kematangannya. Padahal, suhu saat memasak ternyata menjadi faktor penting yang menentukan kualitas protein dan kandungan gizi telur.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, mengungkapkan proses pemanasan memang membuat protein telur lebih mudah dicerna tubuh. Namun, suhu yang terlalu tinggi justru dapat menurunkan kualitas gizinya.
Menurut dia, protein telur akan mengalami denaturasi saat dimasak. Proses ini membuat protein lebih mudah dipecah dan diserap oleh sistem pencernaan dibandingkan telur mentah.
"Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51 persen," katanya.
Meski memberikan manfaat, proses memasak tetap harus dilakukan dengan suhu yang tepat. Dr Karina menyarankan telur dimasak pada suhu sekitar 60 hingga 80 derajat Celsius agar kandungan gizinya tetap terjaga.