JAKARTA, iNews.id - Ramadan merupakan bulan suci yang paling dinanti umat Islam. Sebab, di bulan ini umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa dari Subuh hingga Maghrib.
Bagi masyarakat biasa, menjalankan ibadah puasa akan terasa lancar. Namun berbeda bagi pasien diabetes. Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan bagi pasien diabetes memiliki masalah tersendiri.
Mereka karena harus menjaga gula darah di dalam tubuh agar tetap terkontrol dan terhindar dari Hipoglikemia (gula darah turun) ataupun hiperglikemia (gula darah tinggi) karena makan berlebihan saat berbuka.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Siloam Hospitals Manado, Diane Paparang Sp.GK mengatakan, selama menjalani puasa di masa pandemi, pasien diabetes harus menjaga sistem imun supaya jangan turun. Sebab, dengan berpuasa akan terjadi perubahan kebiasaan dan pola makan yang berpengaruh terhadap metabolisme tubuh.
"Kendala lain saat berbuka puasa, umumnya kita akan makan secara berlebih karena merasa kurangnya asupan selama melaksanakan puasa. Akan terjadi ketidaksesuaian komposisi yang seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak. Ini akan membahayakan penderita diabetes," kata dokter Diane melalui acara live Webinar, belum lama ini.