Pada saat berbuka puasa lanjutnya, disarankan untuk tidak langsung memakan banyak makanan karena hanya akan membuat perut sebah. Makanan berat akan membebani kerja lambung yang sudah beristirahat selama puasa, makan secara bertahap, mulai dari minum air putih, dan sedikit makanan manis sesuai dengan sunah nabi.
"Pada penderita diabetes sebaiknya dari makanan manis buah atau susu khusus diabetes untuk memenuhi kebutuhan glukosa dan menormalkan gula darah yang menurun selama berpuasa. Jumlah kalori yang dianjurkan sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi tubuh," katanya.
Dr Diane menambahkan, setelah berbuka puasa, setelah salat Maghrib lakukan makan utama, disarankan tidak terlalu banyak karena dapat menyebabkan kalori berlebih dan mengakibatkan terjadinya obesitas.
"Jumlah kalori yang disarankan sekitar 40 persen dari total kebutuhan energi tubuh. Selingan makan setelah salat taraweh bisa dilakukan dengan jumlah kalori 10 persen dari total kebutuhan energi," tutur Diane.
Jaga Kadar Gula Darah
Dokter Diane mengatakan, pasien harus melakukan pengecekan gula darah secara reguler dan konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa atau tidak. Ini merupakan tips penting yang harus diketahui pasien diabetes. Pengecekan dilakukan untuk mencegah kondisi semakin memburuk dan cepat mendapatkan penanganan serta arahan.
Selain mengatur pola makan, penderita diabetes harus tetap melakukan aktivitas fisik untuk memperbaiki resistensi insulin dan juga berperan penting dalam keseimbangan zat gizi.
Menurutnya, olahraga berat tidak dianjurkan dan sebaiknya melakukan olahraga ringan sekitar 30 menit sekitar 2-3 jam sebelum berbuka puasa atau setelah salat taraweh. "Semakin sedikit bergerak harus semakin sedikit makan," tutur dr Diane.