JAKARTA, iNews.id - Menyeduh kopi sendiri di rumah kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan menjadi gaya hidup baru bagi banyak penikmat kopi di Indonesia. Tren home brewing terus menunjukkan pertumbuhan, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk menikmati kopi secara lebih personal tanpa harus selalu datang ke kafe.
Perubahan ini terlihat dari semakin banyaknya orang yang tertarik mempelajari proses seduh kopi, mulai dari memilih biji kopi sesuai karakter rasa hingga bereksperimen dengan hasil seduhan sesuai selera masing-masing. Aktivitas ini pun kian populer di kalangan pemula yang ingin merasakan pengalaman minum kopi dengan kendali penuh.
Arutala Coffee, pelaku usaha food and beverage berbasis di Tangerang, menilai tren home brewing tidak hanya soal minum kopi, tetapi juga tentang pengalaman. Menyeduh kopi sendiri memberi kebebasan bagi penikmatnya untuk mengatur kekuatan rasa, tingkat keasaman, hingga aroma yang diinginkan.
Dari sisi pengeluaran, home brewing juga dinilai lebih hemat. Menurut data Arutala Coffee yang diterima iNews.id, menyeduh kopi di rumah dapat memangkas biaya hingga sekitar 60–70 persen per cangkir dibandingkan membeli kopi siap minum di kafe setiap hari. Tak heran, kebiasaan ini mulai dipilih sebagai solusi praktis sekaligus ekonomis.
Lebih dari itu, proses menyeduh kopi juga kerap dijadikan momen relaksasi. Aroma kopi yang tercium saat diseduh, ditambah visual prosesnya, membuat aktivitas ini terasa seperti ritual self-care yang menenangkan di tengah rutinitas.
Seiring meningkatnya minat home brewing, kebutuhan akan perlengkapan seduh pun ikut naik. Dalam setahun terakhir, pencarian kata kunci 'home brewing kit' di pasar lokal dilaporkan tumbuh signifikan, sejalan dengan ramainya percakapan komunitas dan konten edukasi seputar metode seduh rumahan.