Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejar Target Ibu Kota 2028, Otorita Minta Tambahan Dana Rp15,5 Triliun untuk Pembangunan IKN
Advertisement . Scroll to see content

3 Kritik Keras Faisal Basri soal Hilirisasi hingga Kereta Cepat

Kamis, 05 September 2024 - 09:02:00 WIB
3 Kritik Keras Faisal Basri soal Hilirisasi hingga Kereta Cepat
Ekonom Faisal Basri selama hidupnya sering memberikan kritik keras kepada pemerintah(Foto: Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

Faisal kala itu mengingatkan pemerintah untuk mengesampingkan urusan pembangunan ibu kota. Sebab, seharusnya pemerintah saat ini bertanggung jawab memutus penyebaran Covid-19. Apalagi. eonomi masyarakat saat itu juga sangat tertekan.

"Rakyat susah, elit pesta pora," ujarnya.

Pengajar di FEB UI ini menilai kondisi ini terjadi lantaran Indonesia menerapkan sistem ekonomi liberal yang menguntungkan pars elit. Dia curiga banyak elit yang memborong tanah di sekitar IKN.

"Dalam liberal economics itu dikatakan dalam menghadapi situasi krisis, yang dipilih itu adalah yang bisa mengamankan kepentingan elit dulu, jadi kalau sudah ambil proyek di ibu kota, mereka sudah spekulasi beli tanah, uang sudah banyak, tapi kalau ditunda, mereka akan kehilangan costnya, jadi mereka masa bodo, negara urusan nomor dua yang penting saya amankan dulu, ini yang saya takut," kata Faisal Basri.

Sementara itu, sang ekonom senior kini telah berpulang di usia 65 tahun pada hari ini, Kamis (5/9/2024). Rencananya, ia akan dimakamkan di TMP Menteng Pulo.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut