4 Fakta Menarik Harga Tes PCR hingga Antigen Diturunkan

Shelma Rachmahyanti · Senin, 23 Agustus 2021 - 11:08:00 WIB
4 Fakta Menarik Harga Tes PCR hingga Antigen Diturunkan
Ilustrasi Tes PCR. Polisi meminta warga melapor jika tes PCR di atas harga yang ditetapkan pemerintah (Foto: Antara) 

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kesehatan menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan real time polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp495.000 untuk pulau Jawa dan Bali. Sementara, harga di luar pulau Jawa dan Bali Rp525.000.

Tarif tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Berikut fakta-fakta menarik terkait harga tes PCR hingga Antigen yang diturunkan pemerintah:

1. Presiden Jokowi Patok Harga Tes PCR

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pelaksanaan testing untuk mendeteksi Covid-19 dipercepat. Terkait hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes PCR diturunkan.

“Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah menurunkan harga tes PCR,” kata Jokowi, dalam keterangan persnya, Minggu (15/8/2021).

Menurut Jokowi, hal itu telah dibicarakan dengan Menteri Kesehatan, bahkan Jokowi mematok kisaran harga tes PCR.

“Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp450.000- Rp.550.000,” ujar Jokowi.

2. Presiden Jokowi Minta Hasil Tes PCR Dipercepat

Presiden Jokowi juga meminta agar hasil tes PCR bisa diketahui lebih cepat. Seperti diketahui, saat ini pada umumnya hasil tes bisa diketahui dalam waktu 3x24 jam. Bahkan masyarakat sering mengeluhkan lambatnya administrasi, sehingga hasil tes PCR di sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah kadang hasilnya baru diketahui lima hari setelah melakukan tes PCR. 

“Selain itu juga saya minta tes PCR diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam. Kita butuh kecepatan,” pungkasnya.

3. Harga Tes PCR Jadi Rp495.000

PT Kimia Farma Tbk menurunkan harga tes PCR hingga antigen. Hal ini sejalan dengan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang penurunan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription PCR yang berlaku mulai 17 Agustus.

“Kimia Farma langsung melaksanakan arahan pemerintah tentang penurunan tarif tes PCR sebagai bentuk komitmen kami untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Demikian akan semakin mudah bagi masyarakat untuk mengakses tes Covid-19 yang berujung pada perbaikan iklim Kesehatan Indonesia secara menyeluruh," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo dilansir dari Antara, Rabu (18/8/2021).

Sementara itu Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra menambahkan akan menjalankan perintah penurunan harga tes PCR. “Selain menurunkan harga tes PCR Rp495.000, kami juga menurunkan tarif/harga swab/rapid test Antigen,” ujarnya.

4. Harga Tes Swab Antigen Juga Disesuaikan

Selain PCR, manajemen juga melakukan penyesuaian harga Tes Swab Antigen abbott panbio dari tarif sebelumnya Rp190.000 menjadi Rp125.000.

Sedangkan, Swab Antigen Reagen selain panbio (reguler) dari Rp190.000 menjadi Rp85.000.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: