6 Fakta Ekspor Batu Bara Dibuka Kembali, 19 Kapal Tak Diizinkan Berlayar

Athika Rahma ยท Sabtu, 15 Januari 2022 - 12:02:00 WIB
6 Fakta Ekspor Batu Bara Dibuka Kembali, 19 Kapal Tak Diizinkan Berlayar
6 fakta ekspor batu bara dibuka kembali, 19 kapal tak diizinkan berlayar. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan mencabut larangan ekspor batu bara secara bertahap seiring dengan amannya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri.

Awalnya, pemerintah secara tiba-tiba menginstruksikan untuk menyetop ekspor batu bara selama satu bulan, dimulai 1 Januari 2022. Kebijakan tersebut menuai kontra dari kalangan pengusaha dan sejumlah negara importir.

Berikut ini enam fakta ekspor batu bara dibuka kembali oleh pemerintah, dirangkum Sabtu (15/1/2022).

1. Ekspor batu bara dibuka bertahap

Kebijakan larangan ekspor batu bara dilonggarkan sejak 12 Januari 2022. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, langkah itu dilakukan karena pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri sudah mencukupi 15 hingga 25 hari operasi (HOP).

2. Pemerintah sempat dikritik

Pelarangan ekspor batu bara ini memang terkesan maju mundur. Meski Luhut mengatakan sudah dibuka bertahap, namun Kementerian ESDM menegaskan larangan masih berlaku hingga 31 Januari. Namun setelah para menteri rapat dan PLN menyatakan pasokan batu bara aman, akhirnya diputuskan keran ekspor kembali dibuka. 

Luhut mengatakan, keputusan ini bukan bentuk inkonsistensi pemerintah, melainkan terkait ekonomi negara. "Jadi kalau sekarang ada yang bilang kok dibuka ekspor, ya, kan kita perlu uang," kata Luhut.

3. Diprioritaskan bagi perusahaan yang penuhi DMO 100 Persen

Pembukaan bertahap keran ekspor batu bara diprioritaskan bagi produsen yang sudah memenuhi kewajiban kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) 2021 sebesar 100 persen.

"Yang kita prioritaskan adalah bagi para produsen yang memenuhi 100 persen DMO-nya untuk diberikan prioritas pertama. Sedangkan yang belum memenuhi (DMO) agar memenuhi terlebih dahulu," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

4. Izinkan 18 kapal berlayar

Setelah ekspor dibuka bertahap, Ditjen Minerba Kementerian ESDM menyatakan, hanya 18 dari 37 kapal pengangkut batu bara yang diizinkan berlayar ke negara tujuan ekspor. Itu terkait dengan kewajiban pemenuhan DMO 100 persen. 

Dalam surat bernomor B-165/MB.05/DJB.B/2022 yang diterbitkan 13 Januari 2022, perusahaan di 18 kapal ini sudah memenuhi kewajiban DMO, sehingga dibolehkan berlayar.

5. Sebelum 19 kapal diizinkan berlayar

Secara total, ada 37 kapal batu bara yang siap berlayar. Namun karena yang diizinkan berlayar hanya 18 kapal, sehingga 19 kapal lainnya masih tertahan.

Menurut surat Ditjen Minerba, ada 2 kapal yang belum dilakukan pemuatan batu bara, yaitu MV. HC. Sunshine dan MV. Inter Stevedorin. Satu kapal, MV. Thai Knowledge sedang dalam proses pemuatan. Sisanya, masih belum memenuhi DMO 100 persen.

6. Daftar perusahaan tambang yang diizinkan ekspor

Secara rinci, 18 kapal yang diizinkan berlayar berasal dari 7 perusahan tambang besar, yakni Kideco Jaya Agung (1 kapal dengan volume 51,20 ribu ton, Multi Harapan Utama (2 kapal dengan volume 121,7 ribu ton), Marunda Graha Mineral (1 kapal dengan volume 77 ribu ton), Borneo Indobara (5 kapal dengan volume 447,33 ribu ton). Selain itu, Ganda Alam Makmur (1 kapal dengan volume 7.492 ton), Bina Insan Sukses Mandiri (1 kapal dengan volume 107 ribu ton), dan Adaro Indonesia (7 kapal dengan  487,98 ribu ton).

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: