Ada e-IPO, BEI Berharap Tingkatkan Partisipasi Investor dan Perusahaan Efek

Aditya Pratama ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 21:57 WIB
Ada e-IPO, BEI Berharap Tingkatkan Partisipasi Investor dan Perusahaan Efek

BEI menyebutkan e-IPO bertujuan menyediakan akses yang mudah dijangkau oleh seluruh investor dan perusahaan efek untuk berpartisipasi dalam proses penawaran umum. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyedia Sistem Penawaran Umum Elektronik (Electronic Indonesia Public Offering/e-IPO). Ini merupakan tindak lanjut penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk secara Elektronik.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, sistem ini bertujuan untuk menyediakan akses yang mudah dijangkau oleh seluruh investor dan perusahaan efek untuk berpartisipasi dalam proses penawaran umum, khususnya dalam tahap penyampaian peminatan pada masa book building dan tahap penyampaian pesanan saham Pasar Perdana pada masa offering.

"Sistem e-IPO ini juga ditujukan untuk memperluas partisipasi Perusahaan Efek sebagai selling agent dalam proses
Penawaran umum," ujar Hasan dalam video conference, Rabu (29/7/2020).

Hasan menambahkan, sistem e-IPO ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan penyebaran kepemilikan saham khususnya bagi para investor ritel pada pasar perdana sehingga diharapkan akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Pasar Sekunder.

Sebelumnya, investor yang ingin memesan saham pada Pasar Perdana hanya dapat dilakukan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau sindikasi penawaran umum, atau datang ke gerai penawaran umum.

"Dengan adanya e-IPO, investor yang ingin membeli saham Initial Public Offering (IPO) dapat langsung mengakses situs atau melalui Partisipan Sistem e-IPO yang telah terdaftar. Diharapkan investor dapat berpartisipasi dengan mudah dalam seluruh penawaran umum," katanya

Sistem e-IPO ini mencakup seluruh fase proses penawaran umum, mulai dari penawaran awal (book building), penawaran efek (offering), penjatahan (allotment) dan distribusi efek hasil penawaran umum. Seluruh Perusahaan Efek yang memiliki izin Penjamin Emisi Efek atau Perantara Perdagangan Efek dapat mendaftar untuk menjadi Partisipan Sistem e-IPO.

"Adapun prosedur pendaftaran dan ketentuan penggunaan Sistem e-IPO bagi Partisipan Sistem diatur dalam SK Direksi Bursa Efek Indonesia perihal Pedoman Partisipan Sistem dalam menggunakan Sistem e-IPO yang akan disediakan oleh BEI," kata Hasan.

Editor : Dani Dahwilani