Agresif Tembus Pasar Ekspor, Industri Pengolahan Tumbuh 34,12 Persen

Iqbal Dwi Purnama ยท Kamis, 16 September 2021 - 16:45:00 WIB
Agresif Tembus Pasar Ekspor, Industri Pengolahan Tumbuh 34,12 Persen
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Industri pengolahan per Agustus 2021 tercatat mencapai 110.99 miliar dolar Amerika Serikat (AS), tumbuh 34,12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 82.76 miliar dolar AS. 

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), mengatakan pencapaian itu tidak terlepas dari upaya pelaku industri yang agresif menembus pasar ekspor meski di tengah pandemi Covid-19. 

Dia menjelaskan, sektor industri memberikan kontribusi paling besar hingga 78,16 persen dari total nilai ekspor nasional yang mencapai 142,01 miliar dolar AS.

"Saya mengapresiasi pelaku industri yang masih tetap agresif menembus pasar ekspor di tengah masa pandemi, sehingga kita bisa meraih pencapaian ini," kata Agus Gumiwang, dalam keterangan, Kamis (16/8/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor industri pengolahan pada Agustus 2021 sebesar 16,37 miliar dolar AS, meningkat 20,67 persen dibanding Juli 2021 (m-to-m) dan melonjak 52,62 persen dibanding Agustus 2020 (y-on-y). Sektor industri memberikan kontribusi terbesar hingga 76,42 persen terhadap total nilai ekspor nasional pada Agustus 2021 sebesar 21,42 miliar dolar AS.

"Itu membuktikan bahwa di tengah keterbatasan masa pandemi, industri manufaktur Indonesia secara umum memiliki resiliensi yang tinggi sehingga masih bisa mencatatkan pertumbuhan yang positif,” ujar Agus Gumiwang. 

Dia mengungkapkan, untuk menjaga aktivitas industri terus berjalan pada tren positif, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) senantiasa memberikan kemudahan izin berusaha, memfasilitasi insentif, dan memberikan dukungan perluasan pasar ekspor.

Hal itu, disebabkan geliat aktivitas sektor industri akan membawa dampak yang luas bagi perekonomian, di antaranya penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Kemenperin juga mengupayakan untuk mewujudkan industri yang maju dan berdaya saing dilakukan melalui empat program. Pertama, program Making Indonesia 4.0. Kedua, program industri hijau dan industri biru. Ketiga, program stimulus produksi dan daya beli. Keempat, implementasi non-tarrif barrier.

Kemudian kebijakan atau program yang mengarah pada upaya mewujudkan industri yang berkeadilan dan inklusif di antaranyaadalah implementasi harga gas bumi tertentu.

"Selain itu, program pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)sertaBangga Buatan Indonesia (BBI), pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa, serta program industri halal,” tutur Agus Gumiwang.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: