Alibaba Group Beberkan Tiga Inisiatif Inovasi Teknologi

Aditya Pratama ยท Kamis, 06 Mei 2021 - 11:50:00 WIB
Alibaba Group Beberkan Tiga Inisiatif Inovasi Teknologi
Chief Technology Officer Alibaba Group, Li Cheng.

JAKARTA, iNews.id - Alibaba Group untuk pertama kalinya mengumumkan tiga inisiatif utamanya dalam inovasi teknologi. Hal itu, terkait dengan komitmen perusahaan untuk lebih banyak menghadirkan teknologi rendah karbon guna mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. 

Chief Technology Officer Alibaba Group, Li Cheng, mengatakan inovasi pertama adalah perseroan akan melakukan upaya pengurangan emisi karbon.

Kedua, Alibaba akan mempromosikan kolaborasi antar perusahaan platform dan industri sejenis. Ketiga, perusahaan akan memanfaatkan platformnya untuk meminta dukungan dari ratusan juta konsumen.

"Keberlanjutan telah menjadi fokus dunia. Di pasar dalam negeri Alibaba sendiri, Tiongkok diperkirakan akan mencapai puncak emisi karbonnya pada tahun 2030 dan melalui upaya pembatasan, Tiongkok akan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060," kata Li, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5/2021).

Dia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, Alibaba Group telah menggunakan teknologi inovatif untuk mengurangi emisi karbon pada seluruh bisnisnya. 

Pusat data cloud computingnya di Hangzhou, telah dilengkapi dengan klaster server berpendingin cairan terbesar di dunia, yang menghemat 70 juta kilowatt-jam listrik setiap tahun. 

Di Heyuan, provinsi Guangdong, pusat data Alibaba menggunakan pendingin air langsung untuk memperoleh 100 persen operasi bertenaga energi bersih pada awal tahun 2022.

Dia memaparkan, Alibaba Group menggunakan teknologinya untuk melibatkan mitra industri dan membantu pelanggannya untuk meningkatkan efisiensi energi. Platform kolaborasi digital DingTalk mengubah kantor tradisional menjadi lingkungan kerja tanpa kertas.

Perusahaan logistik Alibaba Group, Cainiao, telah menggunakan lebih dari 100 miliar label pengiriman elektronik pada paketnya dan menerapkan algoritma pengemasan cerdas untuk menyortir produk ke dalam kotak dengan ukuran yang sesuai, serta membantu mitra logistiknya mengurangi limbah pengemasan.

Memahami masa depan yang ‘hijau’ membutuhkan partisipasi komunitas yang luas, Alibaba Group juga menggunakan teknologi untuk mempromosikan konsumsi yang berkelanjutan. Contohnya dengan mendorong pelanggan untuk mengurangi penggunaan alat makan sekali pakai saat memesan makanan untuk dibawa pulang, memperkenalkan kasir tanpa kertas dan tanda terima elektronik ke pusat perbelanjaan offline dan menganjurkan untuk daur ulang di pasar barang bekas.
 
Dia memaparkan, guna mencapai netralitas karbon dibutuhkan teknologi inovatif sehingga cara bekerja, hidup, dan berkolaborasi dapat berubah secara berkelanjutan.

"Alibaba Group berkomitmen penuh untuk menuju ke arah ini, dan kami sedang mengerjakan roadmap teknologi Alibaba Group yang diharapkan dapat menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan. Namun tentunya kami juga percaya bahwa masa depan rendah karbon membutuhkan upaya kolektif, itulah sebabnya kami juga bekerja sama dengan mitra industri dan masyarakat luas untuk menerapkan berbagai inisiatif hijau,” ujar Li. 

Pernyataan itu, disampaikan Chief Technology Officer Alibaba Group, Li Cheng, dalam laporan pengurangan emisi karbon Tahun 2021 berjudul “Moving Forward to a Zero-Carbon Era”, yang merupakan inisiatif teknologi Alibaba Group untuk mempromosikan gaya hidup ‘hijau’ dan rendah karbon, melindungi lingkungan, dan mencapai keberlanjutan, menjadi salah satu sorotan utama.
 
Pada Februari 2021, Alibaba Group juga menerbitkan obligasi berkelanjutan dolar Amerika Serikat selama 20 tahun senilai 1 miliar dolar AS. Dana tersebut akan mendanai proyek-proyek di berbagai sektor, termasuk bangunan ‘hijau’, efisiensi energi, energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan memerangi pandemi Covid-19. Hal tersebut menjadikan Alibaba Group sebagai perusahaan Internet pertama di Asia yang menerbitkan obligasi berkelanjutan.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: