Atasi Krisis Ekonomi, Korea Utara Cetak Kupon Pengganti Uang
Rimjin-gang, situs web berbasis di Jepang yang dioperasikan oleh pembelot Korea Utara, melaporkan kupon tersebut telah beredar sejak Agustus, sebagian karena kertas dan tinta untuk mata uang resmi tidak lagi dikirim dari China.
Adapun NK News yang berbasis di Seoul melaporkan, kekurangan uang kertas mungkin juga diperburuk oleh tindakan keras pemerintah terhadap penggunaan mata uang asing, terutama dolar AS dan renminbi China yang telah banyak digunakan sebelumnya.
Sementara itu, media pemerintah Korea Utara mempromosikan konsumsi daging angsa hitam sebagai sumber makanan yang berharga. Selain itu, juga melaporkan pemuliaan skala industri yang baru dikembangkan akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat.
"Daging angsa hitam itu enak dan memiliki nilai obat," tulis surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun.
Sedangkan NK News melaporkan, penelitian tentang pengembangbiakan angsa hias untuk makanan dimulai pada awal 2019. Pihak berwenang telah memberi tahu sekolah, pabrik, dan bisnis untuk menanam makanan serta memelihara ikan dan hewan lain untuk meningkatkan swasembada.
"Solusinya untuk mengatasi kegagalan pertanian skala besar, untuk menyediakan pasokan makanan yang memadai ke seluruh negeri dan pembatasan terkait Covid-19, pemerintah baru-baru ini telah memblokir makanan dan impor lainnya sejak awal 2020," tulis Colin Zwirko, koresponden analitik senior NK News.
Editor: Jujuk Ernawati