Bakal Disalurkan ke Seluruh Indonesia, Bio Farma Targetkan Produksi Tes PCR Kumur Bio Saliva Capai 500.000

Dinar Fitra Maghiszha ยท Selasa, 07 September 2021 - 12:31:00 WIB
Bakal Disalurkan ke Seluruh Indonesia, Bio Farma Targetkan Produksi Tes PCR Kumur Bio Saliva Capai 500.000
Alat tes PCR kumur, Bio Saliva, produksi PT Bio Farma. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Bio Farma menargetkan produksi kit tes Polymerase Chain Reaction (PCR) kumur Bio Saliva mencapai 500.000 hingga akhir 2021, agar dapat disalurkan ke seluruh Indonesia. 

Head of Corporate Communication Bio Farma, Iwan Setiawan, mengatakan sebelumnya perseroan menargetkan produksi alternatif tes PCR itu mencapai 50.000 kit setiap bulannya, dengan penyaluran yang masih terpusat di wilayah Jakarta dan Bandung. 

Namun untuk memenuhi kebutuhan alat tes PCR yang dapat disalurkan ke seluruh Indonesia, Bio Farma meningkatkan target produksi. Per Agustus 2021, total 70.000 kit Bio Saliva telah diproduksi bekerjasama dengan perusahaan bioteknologi Nusantics.

"Sampai dengan Agustus 2021 sudah produksi Bio Saliva sekitar 70.000 kit, namun penyalurannya masih di wilayah Jakarta dan Bandung. Makanya kita tingkatkan jadi 500.000 sampai akhir tahun," tutur Iwan, sembari menambahkan bahwa akan menyalurkan alat ini ke seluruh Indonesia.

Sebagai alat diagnosis Covid-19 dengan metode kumur, Bio Saliva telah mendapatkan izin edar resmi Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021. Harga Bio Saliva dipatok sebesar Rp50.000, dengan pelayanan uji PCR menjadi Rp495.000.

Iwan menjelaskan, metode kumur melalui Bio Saliva dapat membaca partikel virus dengan menggunakan sampel gargled saliva, dengan sensitivitas sebesar 95 persen untuk mendeteksi virus.

Cara ini diharapkan dapat memberikan alternatif alat tes virus corona selain tes antigen atau PCR konvensional yang dilakukan dengan mencolok hidung dan tenggorokan pasien.

"Alat tes RT Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut memiliki sensitivitas hingga 95 persen, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif selain menggunakan PCR Kit. Alat ini pun sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 dengan nomor Kemenkes RI AKD 10302120673," dalam laporan resmi Kemenkes, dikutip pada Senin (6/9)

Produk Bio Saliva merupakan pengembangan dari produk yang mBioCov19 dari Nusantics. Jika digunakan bersamaan dengan alat PCR BioCov-19, diklaim mampu mendeteksi mutasi virus corona baik varian Alpha (B 117), Beta (B 1.351), Gamma (P.1), Delta (B 1.617.2), Kappa (B 1.617.1), Eta (B 1.525), Iota (B.1526), Varian Indonesia (B 1.466.2), Epsilon (B 1.427/29), dan Lambda (C.37).

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: