Banyak Mainan Anak di Marketplace Tak Miliki SNI, APMI Dorong Kemendag Perketat Pengawasan

Oktiani Endarwati ยท Jumat, 03 Desember 2021 - 16:56:00 WIB
Banyak Mainan Anak di Marketplace Tak Miliki SNI, APMI Dorong Kemendag Perketat Pengawasan
Ilustrasi mainan anak. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) mendorong pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperketat pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) mainan anak yang dijual di marketplace. Pasalnya, banyak mainan anak yang dijual di marketplace tidak memiliki SNI.

Ketua Bidang Mainan Kayu APMI, Winata Riangsaputra, mengatakan pengusaha sangat mendukung kebijakan SNI mainan anak yang dikeluarkan pemerintah. Hanya saja, pengawasan terhadap SNI mainan anak masih kurang maksimal. Ini terbukti dari temuan beberapa barang yang dijual di marketplace tidak memiliki SNI.

"Beberapa barang yang dijual di marketplace itu tidak ada SNI tapi tidak ada tindakan untuk pengawasan barang-barang di marketplace," ujar Winata, dalam Market Review IDX Channel, Jumat (3/12/2021).

Dia menjelaskan, APMI sudah memberikan masukan kepada Kemendag bahwa di marketplace banyak barang yang beredar tanpa label SNI. Bahkan pernah ditemukan pemalsuan SNI di salah satu toko modern.

"Ini penyalahgunaan terhadap SNI produsen lokal. Jadi nomor SNI-nya sama, tapi yang satu produk lokal, satu lagi produk impor dari China," ungkap Winata.

Dia mengusulkan agar pemerintah membuat sistem aplikasi dimana masyarakat yang membeli bisa mengecek keaslian dari SNI tersebut. Dengan begitu masyarakat bisa melapor agar ditindaklanjuti.

Menurut dia, SNI pada mainan anak menjadi penting untuk menjamin barang tersebut aman dari sisi bahan dasar, zat pewarna, bahan kimia, hingga aspek kelistrikan di dalam mainan.

"Usulan ini sudah kami sampaikan. karena bagaimanapun juga kita memikirkan keselamatan anak-anak Indonesia. Kalau memang barang itu tidak sesuai dengan SNI, kasihan juga anak Indonesia yang mengonsumsi mainan yang berbahaya," kata Winata.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: