Bendungan Randugunting Habiskan APBN Rp858 Miliar, Siap Diisi Air Bulan Depan

Iqbal Dwi Purnama · Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:21:00 WIB
Bendungan Randugunting Habiskan APBN Rp858 Miliar, Siap Diisi Air Bulan Depan
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bendungan Randugunting mulai siap diisi air bulan depan. (istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hampir menyelesaikan pembangunan bendungan Randugunting di Desa Kalinana, Blora, Jawa Tengah. Bendungan yang menghabiskan dana sebesar Rp858 miliar ini siap dilakukan impounding atau pengisian air awal pada bulan depan atau November 2021.  

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bendungan Randugunting akan mendukung peningkatan irigasi premium, yakni irigasi yang mendapatkan air bersumber dari bendungan untuk mengairi areal pertanian di wilayah kering Kabupaten Blora dan Rembang. 

"Kunci dari pertanian adalah ketersediaan air. Kita ingin tingkatkan produktivitasnya dengan ketersediaan air yang berkelanjutan dari bendungan," kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/10/2021).

Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana I Gusti Ngurah Carya Andi Baskara mengatakan, konstruksi Bendungan Randugunting didesain dengan tipe zonal inti tegak dengan tinggi 31 meter, panjang puncak 363,3 meter dan lebar 10 meter. 

Saat ini progres pembangunan bendungan yang dibangun sejak 2018 itu hingga 21 Oktober 2021 sudah mencapai 85,7 persen, dengan masa kontrak berakhir November 2022.

"Meskipun sesuai kontrak masih sampai November 2022, kami terus mempercepat penyelesaian, sehingga ditargetkan pada November 2021 ketika konstruksi sudah di atas 95 persen siap impounding. Diharapkan nanti Maret 2022 tinggi permukaan air sudah memenuhi kapasitas bendungan," ujar Gusti. 

Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi menambahkan, selain fungsi irigasi dan pengendali banjir, bendungan Randugunting yang berjarak sekitar 148 km dari Kota Semarang juga diproyeksikan untuk mendukung penyediaan air baku di Kabupaten Blora sebesar 100 liter per detik dan Pati 50 liter per detik serta pengembangan pariwisata air dan agrowisata di Kabupaten Blora. 

Pelaksana pembangunan Bendungan Randugunting dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 senilai Rp858 miliar. Pekerjaan fisik bendungan saat ini masih menyisakan bangunan pengelak (98,4 persen), hidromekanikal (13,3 persen), jalan inspeksi (95 persen), bendungan utama (87,2 persen), akses masuk bendungan (92,8 persen), bangunan pelimpah (95,6 persen), dan pekerjaan relokasi untuk Kalinanas-Todanan yang sudah mencapai 96,1 persen. Untuk bangunan pengambil sendiri sudah selesai 100 persen.

Bendungan Randugunting utamanya diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di daerah Blora yang terkenal memiliki intensitas hujan rendah. Bendungan ini dibangun untuk menangkap air Daerah Aliran Sungai (DAS) Randugunting di Wilayah Sungai (WS) Jratunseluna selanjutnya dikendalikan agar dapat dimanfaatkan pada saat dibutuhkan, khususnya mengairi lahan irigasi pada musim kemarau. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: