Berkah Pompanisasi di Desa Nusadadi: Sawah Kering Terairi, Padi Subur Pacu Semangat Petani
Bahu atau bau lazim digunakan sebagai satuan ukuran luas tanah/ladang pertanian terutama di Jawa. Berasal dari kata bouw (Bahasa Belanda yang berarti garapan), bahu disetarakan dengan 0,74 atau 0,8 hektare.
Daldiri menuturkan, areal persawahan di Nusadadi merupakan tadah hujan. Karena itu, selama bertahun-tahun dahulu mereka hanya bisa menanam dan panen di saat penghujan. Namun semuanya berubah ketika era mesin pompa datang.
Awalnya, petani Desa Nusadadi mendapatkan bantuan dari desa. Sayang, mesin pompa itu rusak setelah dipakai beberapa tahun. Upaya reparasi sempat dilakukan, namun mesin tetap ngadat. Di tempat Daldiri bercerita siang itu, mesin pompa tersebut sudah jadi besi tua. Sana-sini berkarat, pipa penyedot airnya juga telah lapuk.
Sungguh beruntung, Kementerian Pertanian (Kementan) getol menggencarkan program pompanisasi. Desa Nusadadi kebagian beberapa mesin pompa yang disebar pada sejumlah kelompok tani dan dipasang di sejumlah titik. Dibanding pompa lama, mesin bantuan Kementan menurut Daldiri jauh lebih tokcer.
“Lha iya, (harga) Rp7 juta lawan Rp20 juta, ya beda lah. Yang dulu (ukuran pipa) cuma 4 inch. Yang sekarang 6 inch. Tenaganya juga lebih besar. Sedotannya kuat, air yang dialirkan juga lebih kencang dan banyak,” tuturnya.