Berkah Pompanisasi di Desa Nusadadi: Sawah Kering Terairi, Padi Subur Pacu Semangat Petani
Mengatasi darurat pangan tidak bisa dilakukan Kementan sendirian. Butuh aksi nyata serta dukungan semua pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan. Tekad kuat dan kesadaran bersama untuk berkontribusi itu lah yang diharapkan dapat membawa Indonesia bukan saja dapat kembali menjadi lumbung pangan, namun lebih luas: perekonomian terkerek sehingga petani dan masyarakat bisa sejahtera.
Pemahaman tentang arti penting ketahanan serta kemandirian pangan ini digelorakan dalam workshop-fellowship IJTI-Kementan di Purwokerto yang melibatkan puluhan jurnalis televisi di Indonesia serta beberapa dari media siber. Dalam konteks kegiatan jurnalistik, ketahanan pangan perlu mendapatkan posisi penting dalam pemberitaan, terutama menyangkut isu krisis pangan yang melanda dunia.
Selain diisi materi seputar pertanian dan ketahanan pangan dari Kementan, kegiatan juga diisi dengan kunjungan langsung di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden serta pompanisasi di Desa Nusadadi.
“Workshop dan fellowship ini menjadi salah satu iktiar IJTI untuk meningkatkan kompetensi jurnalis, memperdalam isu-isu ketahanan pangan untuk membangun kesadaran publik serta meningkatkan pengetahuan akan pentingnya ketahanan pangan,” kata Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan.
Hadir dalam acara ini antara lain Tenaga Ahli Mentan Bidang Komunikasi Imam Wahyudi, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, serta Kepala BBPTUHPT Baturraden, drh Sintong HMT Hutasoit.
Editor: Aditya Pratama