Bersaing Ketat dengan Indonesia, Ekspor CPO Malaysia Anjlok Hingga 21 Persen

Dinar Fitra Maghiszha · Rabu, 13 Juli 2022 - 14:03:00 WIB
 Bersaing Ketat dengan Indonesia, Ekspor CPO Malaysia Anjlok Hingga 21 Persen
Harga CPO terus merosot di tengah melimpahnya panen kelapa sawit. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Surveyor kargo Malaysia mencatat ada penurunan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akibat persaingan yang ketat dengan Indonesia. 

Reuters melaporkan, dari catatan Surveyor kargo Malaysia pada periode 1-10 Juli 2022, ekspor CPO Malaysia merosot sekitar 15 persen hingga 21 persen akibat persaingan yang cukup ketat dengan  Indonesia yang tengah menggenjot ekspor CPO.

Berkurangnya ekspor CPO membuat Malaysia mencatat kenaikan persediaan minyak sawit. Bahkan pada akhir Juni 2022, kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia  mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Di sisi lain, Indonesia sebagai produsen terbesar CPO diperkirakan akan mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 3,52 miliar dolar AS pada Juni 2022, yang didorong oleh pencabutan larangan ekspor minyak sawit selama tiga minggu.

Jajak pendapat yang disurvei oleh Reuters mencatat Indonesia diproyeksikan bakal menikmati ledakan ekspor yang didukung oleh kenaikan harga komoditas. Perkiraan median dari 18 analis memperkirakan ekspor Indonesia tumbuh 30,26 persen secara tahunan di bulan Juni, naik sedikit dari 27 persen di bulan Mei.

"Sementara impor bulan Juni diprediksi naik 20,10 persen secara tahunan, dibandingkan dengan kenaikan 30,74 persen di bulan Mei," bunyi laporan Reuters, Rabu (13/7/2022).

Sementara itu, harga CPO merosot 6 persen lebih pada perdagangan sesi siang hari ini, Rabu (13/7/2022). Mengacu pada Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD), Rabu (13/7/2022), hingga pukul 12:52 WIB, harga CPO kontrak teraktif September 2022 turun 6,70 persen di MYR3.840 per ton, dari hari sebelumnya di MYR4.116 per ton.

Sedangkan kontrak Agustus 2022 juga anjlok 7,04 persen di MYR3.812 per ton, dari MYR4.101 per ton. Lebih jauh, harga minyak nabati lain juga ikut merosot, seperti minyak kedelai di Bursa Dalian China anjlok 5,3 persen, dan di Chicago Board of Trade juga koreksi 0,6 persen. Harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda