Bezos Tawarkan Tutupi Biaya NASA Sebesar Rp28,949 Triliun, Imbalannya Kontrak Pendarat Bulan Astronot

Jeanny Aipassa · Selasa, 27 Juli 2021 - 06:05:00 WIB
 Bezos Tawarkan Tutupi Biaya NASA Sebesar Rp28,949 Triliun, Imbalannya Kontrak Pendarat Bulan Astronot
Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos. (foto: dok iNews)

 
WASHINGTON, iNews.id - Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, menawarkan untuk menutupi biaya Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 28,949 triliun.  

Sebagai imbalannya, Jeff Bezos meminta kontrak untuk membangun lunar lander (pendarat bulan) untuk mendaratkan astronot atau manusia di bulan. 

Tawaran itu, disampaikan Jeff Bezos pada Senin (26/7/2021), lewat surat terbuka kepada Administrator NASA, Bill Nelson. Dalam surat tersebut, mantan CEO Amazon itu, berjanji akan membiayai seluruh anggaran NASA selama dua tahun fiskal, dengan nilai sebesar 2 miliar dolar AS. 

“Penawaran ini bukan penangguhan, tetapi merupakan pengabaian langsung dan permanen dari pembayaran (biaya, Red) tersebut," kata Jeff Bezos, seperti dikutip CNBC, Senin (26/7/2021). 

Dengan mengajukan kontrak tersebut, Jeff Bezos sekaligus menantang NASA untuk mempertimbangkan kembali kontrak tunggal yang telah diberikan kepada Elon Musk, miliarder sekaligus CEO SpaceX dan Tesla. 

Pada April 2021, NASA memberi SpaceX, kontrak tunggal senilai 2,89 miliar dolar AS, untuk membangun pendarat bulan berawak berikutnya di bawah program Sistem Pendaratan Manusia. NASA juga telah memberikan kontrak studi 10 bulan kepada SpaceX, Blue Origin, dan Dynetics untuk mulai mengerjakan pendarat bulan.

"Alih-alih pendekatan sumber tunggal ini, NASA harus merangkul strategi kompetisi aslinya. Tanpa kompetisi, dengan waktu kontrak yang singkat, NASA akan menemukan dirinya dengan pilihan terbatas karena mencoba untuk menegosiasikan tenggat waktu yang terlewat, perubahan desain, dan pembengkakan biaya," ujar Jeff Bezos. 

Dia mengatakan, jika NASA menerima tawarannya, maka Blue Origin juga akan mendanai misi pathfinder-nya sendiri ke orbit rendah Bumi. Sebagai imbalannya, perusahaan meminta kontrak harga tetap dari lembaga pemerintah tersebut.

Setelah resmi meninggalkan Amazon pada akhir Juni 2021, Jeff Bezos fokus mengembangkan Blue Origin yang antara lain mengembangkan proyek penerbangan wisata ke luar angkasa. 

Jeff Bezos telah melakukan penerbangan pertama ke luar angkasa pada awal bulan ini, dengan menumpang roket New Shepard yang dikembangkan Blue Origin.

Saat ini, Jeff Bezos dan miliarder asal Inggris, Richard Branson, menjadi pengusaha yang konsen pada proyek meluncurkan wisatawan ke luar angkasa. 

Richard Branson telah lebih dulu melakukan misi penerbangan ke luar angkasa dengan menggunakan Virgin Galactic yang dikembangkan perusahaannya, sebelum misi luar angkasa yang dilakukan Jeff Bezos. 

Miliarder gaek asal Inggris itu, bahkan telah menawarkan iket penerbangan wisata ken luar angkasa dengan menggunakan Virgin Galactic. Harga tiketnya berkisar antara 200.000-250.000 dolar AS atau sekitar Rp2,9 miliar hingga Rp3,6 miliar. 

Sedangkan Blue Origin milik Jeff bezos telah menawarkan tiket wisata ke luar angkasa senilai hampir 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,447 triliun.

Blue Origin secara aktif bekerja membangun lebih banyak pendorong roket untuk terbang lebih sering dengan kecepatan "sangat tinggi" ke luar angkasa, seperti yang diharapkan Jeff Bezos.

Editor : Jeanny Aipassa